Konferensi Nasional Pendidikan Bencana 2019 Kembali Digelar

  • Whatsapp

Jurnalhitz.com – Konferensi Nasional Pendidikan Bencana III kembali digelar 4-5 November 2019. Konferensi yang bertempat di Grand Krakatau Hotel Serang, Banten ini mengambil tema “Pendidikan Bencana Sebagai Investasi Negara yang Berbudaya Sadar Bencana”. Sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam Konsorsium Pendidikan Bencana Indonesia, Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa turut berpartisipasi dengan menjadi fasilitator dan menggelar stan pameran kebencanaan.

Kegiatan dibagi kedalam dua agenda yakni seminar dan forum konsultasi. Di sesi forum konsultasi, beberapa perwakilan guru dan siswa sekolah di sekitaran Provinsi Banten dihadirkan untuk menjadi peserta. Hal ini untuk menggaungkan peran anak dalam upaya pengurangan risiko bencana (PRB) penting dilakukan. Sebab pembelajaran PRB yang dilakukan sejak dini merupakan langkah efektif untuk membudayakan prilaku sadar bencana di masyarakat.

Apalagi seperti yang disampaikan Kasubdit Mitigasi BNPB Mohd Robi Amri, d iperkirakan sebesar 75% bangunan sekolah di Indonesia dibangun di daerah berisiko bencana. Sekitar 523.633 satuan pendidikan dan lebih dari 60juta peserta didik akan merasakan dampak jika bencana terjadi. Data ini dihimpun oleh Kemedikbud dan Kemenang per-Oktober 2019 yang diolah dengan data Kajian Risiko 2015.

“Sekitar sepuluh ribu sekolah dengan rincian lebih dari sepuluh juta siswa sudah terdampak. Menyadari kondisi ini penting dibangun kerjasama dari berbagai lini untuk menyelenggarakan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Apalagi negeri kita dikategorikan sebagai  negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi,” papar Robi.

Selain mengurangi dampak bencana, lanjutnya, terhadap lingkungan dan layanan pendidikan, investasi pendidikan kebencanaan perlu dilakukan untuk  penting dilakukan agar menjaga keberlangsungan pendidikan saat masa darurat dan pemulihan bencana. Juga membangun karakter budaya pendidik yang sadar dan antisipatif terhadap potensi bencana.

Mengamini pernyataan Robi, Staf PRB DMC Dompet Dhuafa jelaskan DMC Dompet Dhuafa telah melakukan sosialisasi dan simulasi PRB di sekolah-sekolah rawan bencana. Beberapa sekolah binaan PRB DMC Dompet Dhuafa yakni Sekolah Alsyukro (TK-SMP) di Ciputat, Tangerang Selatan serta SDN 1 dan SDN 2 di Srumbug, Magelang.

“Saat melakukan upaya PRB ke sekolah-sekolah, kita sudah terapkan tiga pilar pendekatan SPAB yang komprehensif. Mencakup fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah dan pendidikan pencegahan dan PRB. Nah, kalau anak sudah terbiasa mendengar istilah PRB dan sudah tanggap tentu akan meminimalisir risiko bencana pada anak. Selain itu ada kemungkinan mereka bisa membawa perilaku sadar bencana ini ke keluarga dan lingkungan masyarakat,” ujar Syaiban.

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membiasakan perilaku PRB di sekolah bisa dengan pengadaan simulasi bencana secara berkala, pembuatan jalur evakuasi dari kelas menuju tempat pengungsian, hingga membuat kesepakatan dengan keluarga di rumah perihal titik bertemu jika bencana terjadi. [PR]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *