Hadapi Era 4.0, Berikut Ini Empat Referensi Program Studi

Foto : Ilustrasi [freepik.com]

Jurnalhitz.com – Memasuki era revolusi industri 4.0, hadir berbagai teknologi serta terobosan-terobosan baru pada dunia digital. Perubahan tersebut tentunya sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Terutama untuk generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa di era selanjutnya.

Maka dari itu, pada era 4.0 ini akan banyak pertimbangan untuk karir bagi masa depan. Memilih program studi di jenjang perguruan tinggi pun harus tepat. Berbagai perguruan tinggi tentunya harus menyediakan program studi yang mumpuni dalam menghadapi era 4.0 ini. Ada berbagai perguruan tinggi yang sudah menyediakannya, Politeknik Negeri Jakarta salah satunya. Politeknik Negeri Jakarta memiliki delapan jurusan, salah satunya Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan (TGP).

Jurusan tersebut memiliki empat program studi (prodi) yang siap untuk menghadapi era 4.0, diantaranya Program Studi Penerbitan/Jurnalistik, Program Studi Desain Grafis, Program Studi Teknik Grafika, dan Program Studi Teknologi Industri Cetak dan Kemasan.

Jurnalistik/Penerbitan

Dengan visi menjadi prodi yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berkompeten dalam bidang jurnalistik, outcome dari prodi ini ialah agar mahasiswa dapat menjadi wartawan muda. Mencakup reporter dan editor pada industri media massa di masa depan.

“Selama saya kuliah di jurnalistik itu menambah wawasan dan membuka mata untuk lebih banyak tau tentang media,” ujar Erfah Nanda, Alumni Jurnalistik TGP 2016 yang sudah bekerja sebagai Reporter di IDN Times.

Desain Grafis             

Ingin menjadi Graphic Designer masa depan? Desain Grafis jawabannya! Menjadi mahasiswa desain grafis dibekali berbagai ilmu, seperti desain logo, produk promosi dan branding, serta produk penerbitan dan media baik cetak maupun digital. Selain itu, dibekali pula kemampuan manajemen desain, pengelolaan proyek dan kewirausahaan sehingga mampu mengelola usaha sendiri.

“Masuk prodi DG kayak ‘bunuh diri’. Jelas aja, secara saya awalnya masih newbie. Kehidupan di desain grafis benar-benar saya jadikan sebagai ladang try and error, terapi adrenalin, dan uji kompetensi bertindak cepat. Seru pokoknya!,” tutur Basma Khoirunnisa, mahasiswa semester 5 Desain Grafis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *