King Cobia Komoditas Baru Budidaya Ikan Indonesia Diluncurkan

King Cobia

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Sobejkato mengatakan, king kobia (Rachycentron canadum) akan dikembangkan menjadi komoditas unggulan baru subsektor perikanan budidaya. Sebab, king kobia merupakan spesies ikan laut karnivora yang memiliki sejumlah keunggulan untuk dibudidayakan.

King Cobia memiliki performa pertumbuhan yang cepat yakni 4-6 kg setahun. Selain itu, king kobia juga mudah untuk diadaptasikan, dipijah, dan dibesarkan dalam kondisi budidaya. Waktu pemeliharaannya pun relatif lebih singkat dibandingkan dengan ikan laut lainnya (berat ikan 3 kg dalam 9 bulan). Dari segi konsumsi, king kobia juga memiliki keunggulan karena mengandung EPA, DHA, dan asam lemak omega 3 lainnya. Kualitas dagingnya juga sempurna dengan tekstur dagingnya yang putih.

“Sedangkan dari segi pemasaran, king kobia memiliki pasar yang luas karena dapat dipasarkan sebagai ikan segar beku maupun fillet. Selain itu, King Cobia juga banyak digunakan untuk sport fishing,” lengkapnya.

Pasar King Cobia masih terbuka luas, baik pasar dalam negeri maupun pasar ekspor. Slamet mengatakan, preferensi konsumen terhadap kualitas daging kobia ini sangat baik. Selain itu, pasar ekspor ikan kobia cukup terbuka antara lain Hongkong, Taiwan, Jepang, Australia, dan Eropa.

“Sebagai negara yang telah berhasil kembangkan kobia, ini menjadi peluang tersendiri bagi Indonesia untuk mendominasi supply share, dan tentunya akan menambah devisa ekspor,” kata Slamet.

Budidaya King Cobia juga berdampak positif terhadap lingkungan. Kegiatan budidaya king kobia sangat penting untuk mengurangi ekploitasi king kobia di alam. King Kobia mempunyai tropic level tinggi dengan jumlah yang terbatas di alam sehingga apabila dieksploitasi di alam akan mengancam kelestarian plasma nutfahnya. Secara langsung maupun tidak, hal ini akan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat serta keseimbangan ekosistem di perairan.

Ke depannya, pengembangan budidaya king kobia akan dilakukan melalui budidaya ikan yang baik dan tersertifikasi yang menerapkan kaidah Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB) dan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dengan standar Internasional yang sesuai dengan permintaan pasar perikanan global. Melalui sertifikasi tersebut, bukan hanya aspek mutu, food safety, dan social responsibility, namun juga menerapkan aspek aspek keberlanjutan.

Reporter : Agung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *