BLANTERVIO103

Enam Daerah di Sulawesi Tengah Dilatih Agar Siap Siaga Hadapi Bencana

Enam Daerah di Sulawesi Tengah Dilatih Agar Siap Siaga Hadapi Bencana
9/09/2019

Jurnalhitz.com - Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa lakukan sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana di Sulawesi Tengah. Terdapat enam titik di daerah Palu, Sigi dan Donggala yang dikunjungi oleh tim Pengurangan Risiko Bencana (PRB) DMC Dompet Dhuafa yakni Kelurahan Pengawu, Kelurahan Lere, Kecamatan Dolo Selatan, Kecamatan Sigi Biromaru, Desa Loli dan Kelurahan Pantoloan.

General Manager PRB DMC Dompet Dhuafa, M.N. Awaludin A., mengatakan bahwa timnya melakukan sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat penyintas bencana gempa, tsunami dan likuefaksi pada 28 September tahun lalu yang masih bermukim di hunian-hunian sementara (huntara). Sasaran kepada para penyintas ini, sebutnya, merupakan langkah peningkatan kapasitas kesiapsiagaan mengantisipasi bencana yang bisa saja kembali terjadi.

“Tentunya sosialisasi dan pelatihan ini juga untuk meminimalisir risiko jika bencana terjadi. Selain peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bencana, kita juga melatih langsung ibu-ibu di huntara ini agar bisa mengatasi kebakaran kecil yang mungkin terjadi di rumah dengan menggunakan alat dan teknik yang sederhana namun efektif,” jelasnya pada Senin, (9/9).

Rico Djanggola selaku Ketua Karang Taruna Sulawesi Tengah yang menjadi mitra DMC dalam menyelenggarakan pelatihan ini mengungkapkan rasa syukurnya atas kesediaan DMC mendampingi masyarakat Sulawesi Tengah. “Apalagi hingga saat ini sebagian masyarakat masih ada yang mengalami ketakutan jika mendengar kata bencana. Jadi pelatihan ini menurutnya bisa membantu masyarakat penyintas mengurangi rasa takutnya".

“Kalau ada pelatihan inikan masyarakat yang masih paranoid dengan kata bencana bisa agak meminimalisir rasa takutnya karena dia tahu kalau bencana terjadi apa yang harus dilakukan. Sudah tahu cara agar tetap aman dan bisa juga nanti jadi pelopor keselamatan saat bencana terjadi di rumah mereka,” ujarnya.

Rico berharap ibu-ibu yang mengikuti pelatihan ini bisa meluaskan pemahaman kesiapsiagaan bencananya pada masyarakat lain yang belum mengikuti pelatihan ini. Hal ini supaya masyarakat Sulawesi Tengah menjadi masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Lebih lanjut Awaluddin menjelaskan, sosialisasi dan pelatihan kesiapsiagaan ini dicanangkan akan diselenggarakan hingga hari Minggu, (8/9) di titik-titik yang sudah ditentukan tersebut. “Sosialisasi dilakukan dengan memberi pemahaman mengenai bencana, jenis-jenis bencana, cara meminimalisir risiko bencana dan memberikan pelatihan mengatasi kebakaran kecil,” pungkasnya.

Reporter : Agung

Share This Article :
Jurnalhitz

TAMBAHKAN KOMENTAR

480167967060055368