BLANTERVIO103

Program Kemen PANRB Didukung Dua Universitas di Indonesia

Program Kemen PANRB Didukung Dua Universitas di Indonesia
8/21/2019
Foto : Rektor Universitas Hasannudin, Prof. Dr. Dwia Arie Tina Pulubuhu (kanan)
Jurnalhitz.comKementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri untuk mencapai tiga sasaran reformasi birokrasi. Birokrasi bersih dan akuntabel, birokrasi yang kapabel dan pelayanan yang prima, adalah tiga target yang harus dicapai dari program bernama Double Degree ini. Mereka yang terpilih akan disiapkan menjadi reform agent.

Kementerian PANRB menginisiasi kerja sama Double Degree di berbagai bidang antara lain Universitas Indonesia, Universitas Hasanudin dengan University of Melbourne, Australia serta Victoria University of Wellington, Selandia Baru.

"Para ASN yang mengikuti Double Degree disiapkan sebagai reform agent, yang paham isu dan masalah internal serta dikolaborasikan dengan konsep dan perkembangan paradigma reformasi birokrasi yang berkembang di dunia," ungkap Menteri PANRB Syafruddin, dalam acara Launching Program Double Degree, di Jakarta, Rabu (21/08).

Para ASN dari dari seluruh instansi pemerintah akan diseleksi dan direkrut untuk menjalani pendidikan di berbagai bidang. Bidang yang akan dipelajari adalah administrasi pemerintahan, kebijakan publik, e-government, reformasi sektor publik, dan ekonomi.

Peserta didik yang terpilih akan menjalani pendidikan selama satu tahun di Universitas Indonesia atau Universitas Hasanuddin. Setelah dinyatakan lulus, mereka akan mengenyam pendidikan di University of Melbourne atau Victoria University of Wellington.

Nantinya Universitas Indonesia akan menjadi garda terdepan dalam mengawal pengembangan SDM Aparatur di wilayah barat, sedangkan Universitas Hasanuddin akan mengawal pengembangan SDM Aparatur di wilayah timur Indonesia. Perlu dicatat, University of Melbourne dan Victoria University of Wellington merupakan universitas yang memiliki reputasi unggul dalam program kebijakan publik serta e-government.

Program ini juga menunjukkan konsep open government yang digaungkan Presiden RI Joko Widodo. "Indonesia penting untuk bisa terbuka, mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kecepatan dalam dunia yang hyperconnected," imbuh Menteri Syafruddin.

Menurutnya, program ini juga sangat fundamental bagi pengembangan reformasi birokrasi di Indonesia, karena mengakar pada inti kualitas SDM Aparatur yang menjalankan pemerintahan..

Sementara itu Rektor Universitas Indonesia, Prof. Muhammad Anis mengatakan, memang kita sebagai lembaga pendidikan siap untuk mendukung bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang unggul karena ini syarat untuk bisa mewujudkan Indonesia yang maju. "Oleh karena itu, nanti metode pembelajaran nya berbeda dengan yang biasa nya jadi ini akan menggunakan pendekatatan program base dan nanti para kandidatnya, para ASN yang dikirim dan lulus seleksi nanti akan membawa problemnya masing-masing untuk bisa diskusikan dengan yang lainnya," lanjutnya.

"Sehingga terakumulasi problem-problem yang bisa dicarikan solusinya dalam tim diskusi, jadi yang kita harapkan nanti bukan dari output nya tetapi outcame nya karena itu jauh lebih penting. Karena memang salah satu tujuan dari Kemenpan itu adalah bebas dari birokrasi dan melayani. Jadi ini kami akan melatih ASN mempunyai kapasibilitas dan skill, yang bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat," kata Rektor UI Prof Anis saat memberikan keterangan pers nya dalam launching Penandatanganan Nota Kesepahaman Kerjasama Double Degree di Westin Hotel, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Dalam kesempatan yang sama Rektor dari Universitas Hasannudin Prof. Dr. Dwia Arie Tina Pulubuhu. MA mengatakan sangat siap mendukung program Kemenpan karena kami melihat bukan sekedar program dari kapasibiliti reformasi, dan birokrasi.

"Karena ada misi berat disini bahwa peningkatan kapasitas ASN ini juga harus seimbang antara kawasan ASN Barat dan Timur, saya kira ini adalah misi yang luar biasa kepada Kemenpan," tuturnya


"Kami siap selama ini memang sudah mempunyai program master dalam bidang publik policy, dan kurikulum silabase dan sudah diperbincangkan dengan University Melbourne dan Victory," tandasnya.

Reporter : Agung

Share This Article :
Jurnalhitz

TAMBAHKAN KOMENTAR

480167967060055368