Potensi dan Tantangan Peringatan HUT RI 74

Foto : Samuel F Silaen
Jurnalhitz.com - Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia akan selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia. Momen bersejarah mengingat masa kebebasan Indonesia lepas dari belenggu kolonialisme itu selalu diperingati oleh setiap negara secara nasional.

Oleh karena itu, setiap tahunnya pemerintah selalu berupaya dengan gencar melaksanakan pesta kemerdekaan dengan memperingati dan merefleksikannya.

Dalam pandangan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F Silaen, mengatakan, akhir- akhir ini ancaman terhadap ideologi bangsa kita menjadi satu issue yang hangat untuk dibahas. ideologi dapat diartikan hasil pandangan dalam pikiran yang berupa pengetahuan atau teori. 'Ideologi' dapat juga diartikan suatu kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas, pendapat (kejadian) yang memberikan arah tujuan untuk kelangsungan hidup," ujar Silaen kepada Wartawan di Jakarta. Jumat (16/8).

LAKSAMANA coba menyoroti ancaman ideologi, (silakan googling) ini adalah ancaman sistematis yang mempunyai daya hancur yang sangat membahayakan keberlangsungan berbangsa dan bernegara, indikasi terselubung dengan kalimat "NKRI bersyariah".

“Ini bagian dari kampanye sistematis untuk menanamkan benih-benih ideologi diluar Pancasila yang sedang dicoba di-indoktrinasi- kan kedalam pikiran rakyat ini," kata Silaen aktivis kepemudaan ini.

Dari segi letak geografis, Indonesia merupakan negara yang memiliki peran penting di dunia. Geografis Indonesia merupakan negara dengan wilayah dan posisi yang strategis dan potensial. Oleh sebab itu Bangsa Indonesia mendapatkan cukup banyak ancaman dari negara lain yang bertujuan untuk menguasai seluruh wilayah dan sumber daya alam Indonesia. Ancaman merupakan setiap usaha dan kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai dapat membahayakan kedaulatan, keutuhan, dan keselamatan suatu negara.

"Ini sangat berbahaya dalam jangka panjang, sebab pikiran itu akan 'matang' dan tentunya  melahirkan 'pemberontakan' kepada negara sehingga akan mengancam terhadap dasar falsafah Negara yaitu Pancasila, UUD dan Bhineka Tunggal Ika. Ini berdampak serius terhadap masa depan bangsa ini. Pertaruhannya sungguh mahal harganya, mungkin elite politik, tokoh Agama anggap ini hanya persoalan kecil karena dianggap hanya coba-coba, namun bisa berakibat fatal, "tegas Silaen alumni Lemhanas Pemuda I 2009 ini.

Sejarah mencatatkan apa yang sedang terjadi di bangsa ini?

Bangsa ini pernah menjadi tempat belajar/ menimba ilmu dari Negara lain. Sekarang yang terjadi justru terbalik, kitalah yang pergi belajar ke negara tetangga.

Negara lain mencatat bahwa Indonesia pernah mengalami masa ke-emasan dan ditakuti oleh bangsa/ negara lain meski itu hanya bertahan dalam waktu yang singkat. Itu sejarah!

Pada ulang tahun kemerdekaan ke-74 saat ini Indonesia tengah dihadapkan  berbagai tantangan di dalam negeri maupun dinamika global yang tidak mudah. "Antara lain tuntutan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri di tengah kelesuan ekonomi global serta optimalisasi pembangunan sumber daya manusia (SDM), "papar Silaen mantan Ketua Bidang DPP KNPI ini.

Sambung Silaen menjelaskan, urgensi pembangunan SDM menjadi sangat penting sebagai faktor kunci dalam memenangkan persaingan global, yang begitu cepat. Persaingan di tengah ketidakpastian global, “maka langkah strategis pembangunan SDM inilah yang selayaknya juga mendapatkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dengan serius bukan sekedar menghabiskan budget anggaran, namun nihil hasil”.

Penguatan SDM menuju manusia unggul harus memiliki korelasi yang erat dengan peningkatan produktivitas kerja dalam berbagai lini dan bidang kehidupan sosial yang ada.

“Oleh karena itulah strategi pembangunan fokus utama bangsa Indonesia adalah pembangunan sumber daya manusia yang terampil (labour skills) dan ungggul yang dapat berkontribusi langsung kepada pembangunan bangsa, "tutup Silaen akhiri obrolannya.

Reporter : Agung