Pomdam XVII Cenderawasih Ciduk Oknum TNI Jual Beli Peluru


Jurnalhitz.com - Pasca penangkapan oknum Prajurit TNI AD Pratu DAT dan diambil keterangan di Kodim 1802/Sorong serta ditahan sementara di Denpom XVIII-1 Sorong. Oknum prajurit TNI AD Pratu DAT anggota Kodim 1710/Mimika di terbangkan ke Jayapura guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut oleh Pomdam XVII/Cenderawasih, Jayapura. Selasa (06/08/2019).

Pratu DAT yang merupakan salah satu DPO karena terindikasi keterlibatannya dalam jual beli amunisi akhirnya ditangkap pada hari Minggu tanggal 4 Agustus 2019 pukul 08.02 WIT di Jalan Jend. A. Yani KM. 8 Melati Raya Kompleks, Distrik Sorong Manoi, Papua Barat.

Penangkapan Pratu DAT tersebut dilakukan oleh Tim Gabungan antara Tim Intel Korem 181/PVT dan Unit Inteldim 1802/Sorong dpp Pasi Intel Kodim 1704/Srg beserta 6 orang anggota.

Adapun kronologis singkat penangkapan Pratu DAT dimulai sejak pukul 02.15 WIT Tim Gabungan melaksanakan pengendapan dan pengintaian terhadap DPO di sebuah rumah Jln. Jend. A. Yani Km.8 Melati Raya Kompleks, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong.

Setelah menerima informasi dari sumber tertutup, pada pukul 08.02 WIT DPO Pratu DAT ditangkap ketika yang bersangkutan sedang mengikuti acara kedukaan.

Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan di Makodim 1802/Sorong diperoleh keterangan bahwa yang bersangkutan  pada tanggal 24 Juli 2019 menggunakan kapal perintis dari Kabupaten Mimika menuju Kabupaten Dobo, selanjutnya menginap selama dua (2) hari di Kompleks Kerangpante, Kabupaten Dobo, Kemudian tanggal 29 Juli 2019 Pratu DAT menggunakan KM. Tidar dari Kabupaten Dobo menuju ke Kota Sorong dan tiba pada tanggal 1 Agustus 2019 di kota Sorong.

Selama berada di Sorong DPO menginap di beberapa tempat secara berpindah-pindah, dan yang bersangkutan menginap selama 1 (satu) malam di Arteri, kemudian pukul 23.00 WIT DPO begeser ke rumah rekannya bernama Neken sampai dengan Pratu DAT ditangkap dan diamankan pada pukul 08.02 WIT.

Hari Selasa, tanggal 6 Agustus 2019 sekitar pukul 13.10 WIT Pratu DAT tiba di Bandara Sentani, Jayapura dari Sorong dengan menggunakan pesawat JT796 dan didampingi oleh 1 orang Perwira dari Kodim 1710/Mimika beserta 1 orang anggota Subdenpom Mimika dan selanjutnya terhadap yang bersangkutan akan dilakukan rangkaian penyidikan sampai dengan proses hukum oleh Pomdam XVII/Cenderawasih.

Dalam rilisnya, Kapendam XVII/Cenderawasih menyampaikan, "Perlu saya tegaskan bahwa tindakan oknum Pratu DAT ini telah membuat citra negatif bagi institusi TNI AD khususnya Kodam XVII/Cenderawasih".

"Kita akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan, sesuai UU Darurat No. 12 Tahun 51 Pratu. DAT dapat dikenai sanksi hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun,” tegasnya.


"Dalam hal ini, dapat dipastikan yang bersangkutan dipecat dari keanggotaan sebagai prajurit TNI AD," tandasnya.

Reporter : RK