Ketua PBNU Isi Tausiah Peresmian Rumah Ibadah Poltekip dan Poltekim Tangerang


Jurnalhitz.com - Gelaran Tausiyah menyambut datangnya Hari Idul Adha 1440 H, Hari Kemerdekaan RI ke- 74 dan peresmian Rumah Ibadah Poltekip dan Poltekim diawarnai penampilan Hadro dari Lembaga Permasyarakatan Kelas llA Tangerang (Lapas Pemuda Tangerang).

Adapun yang hadir dalam acara tersebut diantaranya yaitu, Direktur Jenderal Permasyarakatan Sri Puguh Budi Utami yang didampingi Kepala Lapas Pemuda Tangerang Jumadi serta seluruh Kepala UPT Permasyarakatan dan Imigrasi se-Tangerang Raya.

Acara yang digelar di lingkungan baru kampus Poltekip dan Poltekim pada Jumat 6 Agustus 2019 ini merupakan momen penting bagi pemuda di Indonesia.

Hal tersebut terlontar dari mulut Ketua Umum Pengurus Nahdlatul Ulama, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj,.MA. "Itu yang kita prihatinkan, pemuda sekarang tidak punya kepribadian dan tidak bangga dengan budaya sendiri," ucap Said Aqil dalam sambutanya. Jumat (09/08/2019).

Menurutnya, pemuda di barat terpapar dengan ide barat, sedangkan yang di Arab terpapar dengan budaya mekah.

"Mohon maaf, itu pak quraish shihab, saya atau menteri agama belasan tahun di mekah eh pulang tetep jadi orang indonesia," sambungnya.

Menanggapi soal wacana syariah agama, dirinya mengatakan, bagi ulama itu harus yang betul-betul ahli agama. "Jadi, ulama itu harus faham metode menseleksi hadist namanya itu ilmu, masalah hadist mesti faham menyirat Al Qur'an dan mengerti tentang tafsir atau bahasa arab harus proporsional," paparnya.

Lebih luas ia menjelaskan, dari bantahan salah satu ayat Al Qur'an, yakni ; kamu jangan sekali kali ikut campur dari hal-hal yang kamu tidak mengerti.

"Saya ga ngerti teknologi, ga ngerti mesin, ga ngerti komputer ga berani saya pegang-pegang itu, utak-utik mesin. Tapi kalau agama saya bisalah, kalau ga bisa saya tanya lagi yang pinter," tukasnya.

Namun demikian, kata dia  peresmian rumah ibadah di NKRI ini mencakup beragam suku serta budaya dan agama, terlebih dalam hal ini tidak boleh ada orang yang bermimpi ingin merubahnya.


“Negara kita ini berlandaskan Pancasila. Jika ada seseorang atau sekelompok ingin merubah ideologi negara itu sama saja dengan merusak tatanan negara kita yang sudah lama ini dibangun,” pungkasnya.

Reporter : Herpal