BLANTERVIO103

Kepala BKSDA : 60 Ekor Satwa Akan di Translokasi ke BTN Gunung Salak

Kepala BKSDA : 60 Ekor Satwa Akan di Translokasi ke BTN Gunung Salak
8/26/2019
Foto : Istimewa
Jurnalhitz.com - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Ditjen KSDAE KLHK) melalui Balai Konservasi Sumberdaya Alam Jakarta (BKSDA Jakarta) berupaya mewujudkan aksi nyata penyelamatan satwa liar yang dilindungi melalui persiapan pelaksanaan translokasi.

Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tegal Alur yang telah diajukan perubahannya menjadi Tempat Transit Satwa (ITS) Tegal Alur berada di bawah pengelolaan Balai KSDA Jakarta merupakan tempat perawatan sementara satwa liar dilindungi sebelum adanya penetapan penyaluran satwa (animal disposal) oleh Direktur Ienderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE).

Satwa-satwa tersebut berasal dari hasil penyerahan sukarela masyarakat, temuan dan sitaan dari kegiatan penegakan hukum kejahatan terhadap satwa (animal crime). Selama dalam perawatan di TIS Tegal Alur, satwa dirawat sesuai prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).

"Translokasi satwa saat ini merupakan kegiatan lanjutan dari terbitnya persetujuan Direktur Jenderal KSDAE yang pada tanggal 12 Agustus 2019 telah dilakukan Pers confĂ©rence di tempat ini dengan tiga tujuan translokasi," kata Kepala BKSDA Jakarta, Ahmad Munawir, S. Hut dalam press confrance di Balai PPS, Tegal Alur, Jakarta Barat, Senin (26/8/2019).

Kepala BKSDA menjelaskan satwa yang akan ditranslokasikan ke Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak untuk dilepasliarkan di habitatnya, meliputi :

Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) sebanyak 4 (empat) ekor yang merupakan serahan masyarakat, POLDA Metrojaya dan Polres Jakarta Barat.

Kucing Hutan; (Pelis bengalensis) sebanyak 3 (tiga) ekor yang merupakan serahan masyarakat.

Musang (Paradoxurus hennaphroditus) sebanyak 1 (satu) ekor yang merupakan serahan masyarakat, dan

Ular Sanca Batik (Python reticulatus) sebanyak 7 (tujuh) ekor yang merupakan serahan masyarakat.

"Satwa yang akan ditranslokasikan ke Balai Taman Nasional Way Kambas untuk dilepasliarkan di habitatnya berupa Buaya Muara (Crocadylus porosus) sebanyak 22 (duapuluh dua) ekor serahan masyarakat, POLDA Metrojaya dan Polres Jakarta Barat," ujar Kepala BKSDA.

Lanjut ia mengatakan satwa yang akan ditranslokasikan ke Taman Wisata Alam Angke Kapuk untuk dilepasliarkan, meliputi :

• Jalak Kerbau (A cridotheres javanicus) sebanyak 2 (dua) ekor yang merupakan serahan masyarakat, dan

• Biawak Air Tawar (Varanus salvator) sebanyak 1 (satu) ekor yang merupakan serahan masyarakat.

"Satwa yang akan ditranslokasikan ke Yayasan International Animal Rescue Indonesia untuk direhabilitasikan sebelum dilepasliarkan di habitatnya berupa Kukang Iawa (Nycticebus coucang) sebanyak 6 (enam) ekor. Satwa tersebut berasal dari serahan masyarakat," ungkap dia.

BKSDA menerangkan satwa yang akan ditranslokasikan ke The Aspinal Foundation untuk direhabilitasikan sebelum dilepasliarkan di habitamya, meliputi :

• Lutung jawa (Trachypithecus auratus) sebanyak 1 (satu) ekor yang merupakan serahan masyarakat, dan

• Owa Iawa (Hylobates moloch) sebanyak 2 (dua) ekor yang mempakan serahan masyarakat.

Lanjutnya Kepala BKSDA mengatakan satwa yang akan ditranslokasikan ke jakarta Animal Aid Network untuk direhabilitasikan sebelum dilepasliarkan di habitatnya, meliputi :

• Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) sebanyak 2 (dua) ekor yang berasal dari serahan masyarakat

• Elang Bondol (Haliastur indus) sebanyak 3 (tiga) ekor yang berasal dari serahan masayrakat

• Elang Laut Perut Putih (Haliaeetus Ieucogaster) sebanyak 1 (satu) ekor yang berasal dari serahan masyarakat, danElang Ular Bido (Spilornis cheela) sebanyak 5 (lima) ekor yang berasal dari serahan masyarakat.

"Secara keseluruhan satwa yang akan ditranslokasi berjumlah 60 (enampuluh) ekor dari 14 jenis satwa. Berdasarkan penggolongan status satwa terdapat 9 (sembilan) jenis satwa dilindungi undang-undang dan 5 (lima) jenis satwa yang tidak dilindungi undang-undang," tutur dia,

"Rencana translokasi satwa-satwa tersebut telah dipersiapkan dengan baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan sampai dengan diperolehnya persetujuan translokasi satwa dari Direktur jenderal KSDAE melalui surat nomor : S. 514/ KSDAE/KKH/KSA2/ 7/2019 tanggal 15 Juli 2019," papar dia


"Selanjutnya dalam proses pengiriman, Balai KSDA Jakarta akan melakukan pemeriksaan satwa terkait kondisi kesehatan satwa sebagai dasar penerbitan Surat Angkut TSL Dalam Negeri (SATS-DN)," tandas dia.

Reporter : Agung/Herpal

Share This Article :
Jurnalhitz

TAMBAHKAN KOMENTAR

480167967060055368