BLANTERVIO103

Analogi Soekarno Vs Joko Widodo Kalimantan Jadi Ibu Kota Negara

Analogi Soekarno Vs Joko Widodo Kalimantan Jadi Ibu Kota Negara
8/23/2019
Foto : Samuel F Silaen
Wacana pemindahan ibu kota kembali ramai dibicarakan publik. Terbaru, Kalimantan Timur menjadi sorotan karena disebut telah dipilih sebagai lokasi ibu kota baru. Hal ini untuk kali pertama diungkap Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil.

Pemindahan Ibu kota Negara Indonesia bukan hal baru yang muncul tiba-tiba, namun pada masa kepemimpinan Presiden Soekarno pemindahan Ibu kota Negara Indonesia sudah pernah dilontarkan dan spesifik.

Namun yang perlu diketahui seluruh rakyat Indonesia mengapa gagasan pemindahan Ibu kota Negara Indonesia itu mau dipindahkan ke propinsi Kalimantan Tengah? Seperti yang disampaikan Presiden Soekarno semasa hidupnya.

Siapa yang bisa menjawab ini secara benar dan sesuai fakta sejarahnya, ini yang perlu digali dan dikaji dari saksi-saksi hidup yang mengetahui maksud dan tujuan Presiden pertama Republik Indonesia itu, artinya bukan dominasi politik kekinian yang jauh dari maksud dan tujuan sang founding father itu.

Meski lokasi ibu kota baru masih dalam penggodokan, Presiden Jokowi telah memastikan ibu kota bakal pindah ke Pulau Kalimantan. Pulau tersebut dipilih karena aman dari ancaman gempa.

Selain faktor ancaman terhadap bencana, Kalimantan dipilih sebagai lokasi ibu kota baru karena letaknya yang berada di tengah.

Pemerintah berharap hal tersebut bisa mendorong tumbuhnya pusat-pusat perekonomian di daerah sekitar ibu kota baru.

Sekarang wacana pemindahan Ibu kota Negara Indonesia hampir pasti dipindahkan ke pulau Kalimantan, namun propinsi Kalimantan mana yang jadi ibu kota negara Indonesia? Itu yang masih digodok pemerintahan Jokowi.

Sementara ini, propinsi yang akan menjadi ibu kota negara Indonesia masih tarik-menarik dikalangan elite politik. Pandangan politik dari elite politik pusat dan daerah sudah memenuhi ruang-ruang publik dengan segala pandangan dan pendekatan ilmu pengetahuan dan lain-lain, sekarang saya melihat ada 'benturan' itu antara Presiden Jokowi vs The Founding Father?.

Founding Father Indonesia sudah menyampaikan letak ibu kota negara Indonesia itu dipropinsi Kalimantan Tengah, hal ini yang perlu didalami agar kita dapat menangkap esensi dari maksud Presiden Soekarno kala itu.

Jika bukan Kalimantan Tengah yang jadi letak ibu kota negara Indonesia ini apakah mendiang Presiden Soekarno ikhlas di alam kuburnya? Ini bukan mistik tapi ini juga harus dipertimbangkan dengan baik, secara budaya Indonesia masih percaya hal 'beginian' (silakan direnungkan sendiri sesuai dengan keyakinan masing-masing).

Ini penting dari sisi budaya leluhur Indonesia. Artinya apa yang melatar belakangi pemikiran Presiden Soekarno sampai-sampai dia (red: Soekarno) dengan lugas dan tegas mengatakan tempat ibu kota baru Indonesia itu dipindah ke propinsi Kalimantan Tengah.

Menarik perhatian masyarakat Indonesia karena dalam masa pemerintahan Presiden Jokowi-lah 'fix' ibukota negara mau dipindahkan bukan hanya sekedar wacana politik.

Pemindahan Ibu kota sudah mendekati kenyataan. Ini perlu diapresiasi dalam rangka pemerataan pertumbuhan ekonomi yang merata dan ini letaknya ditengah jika ditarik dari rentang pulau timur dan barat Indonesia.

Pengamat politik dengan segala "back mindset" bisa 'ngomong' apa saja dalam koridor kebebasan berpendapat karena itu bagian dari esensi negara demokrasi yang jadi pilihan kita bersama. Jika dalam pemindahan Ibu kota Negara Indonesia itu bagian dari sejarah yang harus dilihat dari berbagai sisi secara holistik, termasuk perkataan The Founding Father soal letak pemindahan ibu kota negara Indonesia.

Oleh : Samuel F Silaen
(Direktur Eksekutif Laksamana)

Share This Article :
Jurnalhitz

TAMBAHKAN KOMENTAR

480167967060055368