Dinilai Gagal Angkat Performa, Kader Muda Golkar Minta Rizal Mallarangeng Mundur

Foto : R. Lintang Fisutama
Jurnalhitz.com - Partai Golkar berada diperingkat tiga dalam hasil rekapitulasi penghitungan suara di Pileg 2019. Golkar ternyata mengalami kemerosotan di Pileg 2019. Dimana pada Pileg 2014, Golkar berada diperingkat ke dua dengan hasil perolehan suara 18.432.312 suara, diketahui dari rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara yang digelar di KPU RI pada Senin 20 Mei 2019, Golkar memperolah 17.229.789 (12,31) persen, apalagi wikayah DKI Jakarta saat merosot.

Hal ini mendapatkan perhatian dari berbagai organisasi pendukung Partai Golkar, salah satunya Kader Muda Partai Golkar (KMPG), mengakui merosotnya peringkat Golkar di Pileg 2019 disebabkan banyaknya permasalahan internal partai.

Menyikapi perolehan suara Partai Golkar di DKI Jakarta pada pemilu 2019 menurun drastis bahkan bisa dikatakan terjun bebas, stagnan roda organisasi Partai Golkar di DKI Jakarta, maka Kader Muda Partai Golkar (KMPG) menuntut Rizal Mallarangeng bertanggungjawab, atau dicopot dari jabatannya. KMPG juga menggelar aksi nya di depan Gedung DPD I Golkar DKI Jakarta, Cikini, Jakarta Pusat

Kordinator Lapangan Kader Muda Partai Golkar (KMPG) R. Lintang Fisutama mengatakan, dari target yang ditetapkan, tak ada satupun tercapai. Targetkan raih 22 Kursi DPRD pada pemilu 2019 lalu, malah hanya raih 6 kursi. Menurun pada 2014 lalu raih 9 kursi.

"Tak hanya itu, kursi DPR RI sisa satu dari semula 3 kursi di Dapil DKI II, itu pun masih sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK)," tambah dia.

"Rizal Mallarangeng, harus dicopot serta segera mengelar MUSDALUB agar terpilih Ketua Definitif dan roda organisasi berjalan . Agar Partai Golkar pada pemilu 2024  ingin raih suara signifikan," ujar R. Lintang saat melakukan aksi nya di Gedung DPD Golkar, Cikini, Jakarta, Senin (8/7/2019).

"Kami menilai Celli sapaan akrab Rizal Mallarangeng wanprestrasi dan telah gagal mengemban amanah tersebut. Celli juga tidak berkompeten dalam melaksanakan tugas nya. Secara kelembagaan Partai Golkar di DKI Jakarta menjadi lemah, 2 Plt memimpin Partai Golkar DKI Jakarta namun organisasi tidak berjalan di setiap tingkatan tidak di gelar nya MUSDALUB yang menghasilkan ketua Definitif," tutur Lintang.

"Celli sebagai Plt Ketua DPD Golkar DKI Jakarta melanggar konstitusi partai karena mengangkat Plt Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Pusat. Sejatinya, sebagai Pelaksana Tugas tidak dibenarkan melakukan pengambilan keputusan yang sifatnya strategis," kata Mohammad Rizky pada kesempatan yang sama dalam aksi nya.

"Rizal Mallarangeng tidak memahami politik kultural masyarakat Jakarta. Seandainya Celli paham kultur atau budaha orang Jakarta, dengah sangat mudah meraih target suara pemilu lalu," lanjut dia.

"Karena Celli tidak banyak paham budaya warga Jakarta, maka kebijakan atau langkah politik swalama proses pemilu 2019 salah dan berujung pada target tak tercapai bahkan kehilangan kursi yang sebelumnya," ujar dia.

"Tidak ada langkah-langkah upaya untuk persiapan menggelar Musdalub, bukti pembungkaman demokrasi di tubuh partai Golkar DKI Jakarta. Maka dari itu kami dari organisasi KMPG menuntut diadakan nya Musdalub pada akhir Juli ini," imbuh dia.

Caleg DPR RI, dan DPRD DKI Jakarta dari Partai Golkar tidak ada yang memasang foto pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presidan dalam Pemilihan Legislatif  2019 lalu yakni Ir. H. Joko Widodo dan KH. Ma'ruf Amin," tandas dia.


Dalam aksi nya dari Kader Muda Partai Golkar diterima oleh Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar Yudistira dan Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Asraf Ali di Gedung DPD Golkar, Jakarta.

Reporter : Sugeng