Diduga Tebang Pilih, Kredibilitas KPK Dipertanyakan?

Foto : Samuel F Silaen
Jurnalhitz.com - Banyaknya kasus korupsi yang mengendap di KPK mengindikasikan kuatnya tarik menarik kepentingan di internal KPK itu sendiri.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F Silaen, mengutarakan karena hingga saat ini, laporan masyarakat silakan (googling anies baswedan korupsi) atas laporan itu Anies Baswedan masih belum ada kejelasan.

Lebih lanjut, Ketua Umum Generasi Muda Republik Indonesia (GEMA-RI) ini mengatakan, Terkait adanya dugaan kuat bahwa Anies Baswedan (AB) dilindungi oleh Novel Baswedan (NB) yang masih punya hubungan kekerabatan sesama 'marga' Baswedan.

“Lama disinyalir bahwa AB di'backup' oleh NB. Karena banyak laporan yang sudah disampaikan ke KPK semisal terkait Pameran Buku di Jerman yang diduga ada perbuatan korupsi didalamnya,” terang Silaen kepada wartawan di Jakarta. Kamis (18/7).

Sebagai informasi, pada pemberitaan dijelaskan bahwa dalam berkas dengan Nomor Agenda: 2017-03-000049 yang ditunjukkan oleh masyarakat (noted namanya 'monggo dibaca lewat googling'), diketahui bahwa pada Maret 2017 lalu, dia telah melaporkan Dugaan Tindak Pidana Korupsi oleh Anies Basewedan selaku mantan Menteri Pendidikan Republik Indonesia (Masa Jabatan 27 2014 sampai 21 Jun 2016), pada biaya Dana Frankpurt Book Fair Tahun 2015 (14-18 Oktober 2015) sebesar Rp 146 Miliar dengan modus operandi kejahatan jabatan pada pameran kebudayaan lndonasia dan Buku Laskar Pelangi, menyusupkan kegiatan pameran Buku AMBA dan PULANG yang mambahas mengenai pembasmian PKI tahun 1965.

“Dengan tidak ditanganinya kasus Anies tersebut, KPK telah melakukan pembiaran," ungkap Ketua Bidang Hubungan antar Lembaga Relawan RAMIJO (Rakyat Militan Jokowi) ini dengan gemes.

Ia pun menuturkan, pemberantasan tindak pidana korupsi merupakan agenda nasional yang harus dicegah sedini mungkin. Karena itu, kata dia, tindakan pencegahan dan pemberantasan korupsi dilakukan dengan melakukan upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penuntutan dan pemeriksaan atas laporan masyarakat. Melihat hal ini Komisioner KPK telah melakukan kehatan jabatan dan dapat dipidanakan.

“Mereka ini udah melanggar Pasal 421 KUHP karena melakukan pembiaran,” tegas Aktivis Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini.

“Tolong dibantu yaa share juga nihhh. Polisi, KPK, JaksaAgung, MahkamahAgung : #TangkapAniesBaswedan - Tandatangani Petisi! (link: http://chng.it/qccv7f8N) lewat @ChangeOrg_ID,” pinta Silaen.

Sementara ditempat terpisah Presidium Relawan Indonesia Bersatu (RIB) Lisman sampaikan soal kasus ter'anyar' dari 'AB' yang sangat fenomenal tersebut, dengan ini mengundang Seluruh Pimpinan Relawan Jokowi dalam Rangka mengantarkan Petisi ke Pimpinan KPK dan meminta KPK segera Periksa Gubernur DKI Jakarta terkait Penyalahgunaan Pemberian IMB Reklamasi dan usut tuntas pemborosan anggaran di Pemprov DKI Jakarta, Pada :

Hari/Tanggal : Jumat, 19 Juli 2019

Pukul.               : 14.00 WIB habis Badha Jumat

Tempat.            : Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan

Sehubungan dengan hal tersebut diatas kiranya para Pimpinan Relawan atau Relawan Jokowi yang mau hadir bisa memakai Baju relawan atau baju Putih organ masing-masing.

“Jangan karena ada Novel Baswedan di dalam KPK sehingga Proses pemanggilan Terhadap Gubernur DKI Jakarta jadi terhambat,  sementara para pejabat Pendukung Jokowi pada di tangkap tangkapin ini suatu ketidak Adilan dalam Pemberantasan Korupsi, KPK harus Netral dalam Pemberantasan Korupsi tidak boleh tebang pilih,” kata Lisman dalam keterangan persnya.

Reporter
: Drey