Survey KedaiKopi : Jokowi-Ma'ruf Meraih Suara 53.11% dan Prabowo-Sandi 46.86%


Jurnalhitz.com - Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) alami berbagai hambatan dalam penghitungan suara kali ini. Hambatan yang dialami yakni; pertama untuk wilayah Papua akan dilakukan pemilu besok. Hal ini terjadi karena sembilan  wilayah sampel kita di papua terkendala logistik yang belum sampai, sehingga baru bisa dilaksanakan besok.

"Hambatan kedua, berdasarkan informasi dari perwakilan di wilayah Kampung Melayu, salah satu enam di TPS tersebut dikeroyok oleh warga sehingga tidak dapat menginfomasikan data-data yang dibutuhkan untuk penghitungan suara. Aksi ini pun terjadi tidak hanya di Jakarta, tetapi juga terjadi di wilayah Jawa Timur dan Aceh yang sempat diusir dan dilarang untuk melakukan observasi dalam pengambilan data," kata Kunto

Selain itu, terdapat pula wilayah yang memiliki perubahan TPS yakni wilayah Pandeglang. Sedangkan wilayah Kalimantan Timur mengalami perbedaan data jumlah TPS yang ada di lokasi dengan jumlah data yang terdaftar.

Namun, seluruh hambatan-hambatan ini sudah berhasil dilalui oleh tim KedaiKOPI.

Menurut Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto A. Wibowo mengatakan seluruh hambatan di lapangan ini memang terjadi oleh tim KedaiKOPI, namun sudah berhasil dilalui dan proses penghitungan cepat ini tetap bisa berjalan.

“Meskipun banyak hambatan yang terjadi di lapangan, proses penghitungan suara ini akan tetap kami maksimalkan, agar publik dapat dengan segera mengetahui para pemenang Pemilu Serentak 2019 ini.” ungkap Kunto saat ditemui dalam acara Quik Qount Kedai Kopi di Grand Sahid, Jakarta, Rabu (17/4).

KedaiKOPI pun mempersiapkan aplikasi yang dapat langsung diakses untuk mengetahui hasil Quick Count ini. Melalui aplikasi Suara TPS ini, KedaiKOPI akan melaporkan secara langsung hasil metode hitung cepat (quick count) Pemilu serentak yang sedang  berlangsung. Masyarakat dapat mengakses sekaligus memantau secara langsung proses penghitungan suara untuk pemilihan pemimpin negara tersebut.

Kemudian Kunto menjelaskan, “Suara TPS, kami kembangkan agar masyarakat mengetahui bagaimana proses metode penghitungan cepat atau quick count itu berlangsung sehingga masyarakat sendiri dapat menilai jalannya penghitungan suara di kotak suara itu sesuai atau rekayasa.”

Lebih lanjut, Kunto menambahkan, tentu kita tidak menginginkan kejadian seperti pemalsuan hasil quick count seperti yang pernah terjadi.

"Perhitungan sementara melalui Quick Qount Kedai Kopi, perolehan suara untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf meraih suara 53.11% dan Prabowo-Sandi 46.86%," ucap Kunto.


Kunto sangat berharap dengan adanya transparansi kegiatan quick count, publik dapat menilai kredibilitas dari suatu lembaga survei dan turut berpartisipasi sebagai saksi dalam detik-detik penentuan pemimpin Indonesia dan wakil rakyat selama lima tahun ke depan. @agung