BKSDA Maluku Utara Lepas Satwa Liar


Jurnalhitz.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Maluku Utara akan melepaskan satwa liar dan satwa endemik Maluku Utara di lokasi Batu Putih Desa Donato Kec. Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat.

Kepala BKSDA Wilayah I Maluku Utara Abas Hurasan kepada WARTALIKA.id mengatakan satwa liar yang telah dilepas liarkan pada tanggal 24 April yaitu Kakatua Putih (cacatua Alba) sebanyak empat ekor, bayan merah/hijau (elactus roratus) sebanyak 8 ekor, Nuri Ternate (lorius garrlus), sebanyak 25 ekor, Kasturi kalung unggu (eos Squamata) sebanyak dua belas ekor, Biawak tiga warnah (varanus yuwonoi) satu ekor, Kadal Panana (tiliqua sqincoides) lima ekor, dan ular Boa Halmahera (candonia paulsoni) dua ekor.

"Satwa satwa liar ini di dapat dari pihak TNI, Polri, Karantina Pertanian dan Masyarakat serta Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah l Ternate, dan sudah dinyatakan sehat serta layak terbang oleh dokter hewan. Sebelumnya satwa-satwa ini dirawat di  kandang transit kantor koservasi wilayah I Ternate," ujar Abas Hurasan.

Abas menghimbau kepada masyarakat supaya tidak lagi melakukan penangkapan satwa liar yang di lindungi. “Bahwa ada ancaman ketika menangkap satwa maupun memelihara satwa liar yang di lindungi seperti Undang-Undang nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi dan sumber daya alam hayati dan ekosistem, setiap orang dilarang untuk menangkap melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi”.

“Sementara untuk daerah yang rawan penyelundupan satwa liar yang dilindungi adalah Halmahera Selatan, dan Halmahera Utara. Bahkan pada puncaknya penangkapan pada tahun 2015 sampai 2018. Makanya 2019 ini sudah mengurang untuk paru bengkok saja pada tahun 2017 sekitar 500 ekor yang di selundupkan,” bebernya.

Selain itu Abas pun mengakui bahwa pihaknya memiliki keterbatasan personil dimana tidak sebanding dengan luas wilayah. Makanya kadang di lapangan kita ada kendala.


“Dan sebenarnya kami ini punya tugas hanya di kawasan konservasi di Maluku Utara. Ini kan ada tiga di Kabupaten Halmahera Selatan, satu ada di kepulauan Sula, dua ada di Kabupaten Taliabu dan itu adalah tanggung jawab kami," tutupnya. @fahri